Showing posts with label budi daya. Show all posts
Showing posts with label budi daya. Show all posts

Saturday, April 16, 2016

selintas kilas budi daya kalkun

                                                    foto: FB Warri Edi jambul

Pemeliharaan DOT
Pada kalkun kecil yang baru menetas harus disediakan penghangat berupa lampu dan juga plastik penutup saat malam hari. Suhu kandang sekitar 30-38 derajat celcius. Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat. Bisa berupa konsentrat yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, anakan kalkun jangan diberi makanan lain sampai umur dua bulan.

Kandang
Umur 0 - 1.5 bulan, kandang bambu rapat dengan alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm cukup untuk dihuni sekitar 20-25 ekor.

Bagi anakan kalkun umur 1.5- 2,5 bulan sediakan kandang bambu lebih renggang tanpa alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm yang dapat diisi oleh 10-15 ekor kalkun.
Umur 2,5- 3.5 bulan dapat dipelihara di kandang kawat strimin dengan rangka kayu, panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm. Kandang ukuran ini dapat dihuni oleh 15-20 ekor.
Umur 3.5 bulan ke atas hingga dewasa atau siap dijadikan indukan sebaiknya mempergunakan kandang umbaran tanah yg berkarakter kering & tidak keras serta ditumbuhi rumput & tanaman perdu ukuran minimal 5×10 meter, dapat dihuni oleh 50-70 ekor kalkun.
Kandang umbaran tanah dibuat sebagian beratap dan di tempat beratap disediakan tempat bertengger yang cukup.
Diperlukan juga kandang karantina dengan ukuran kandang sekitar 80cm x 80cm x 80cm, disiapkan untuk : pejantan yang suka berbuat onar (tarung), sakit, atau cidera; indukan yang sakit. Satu kandang karantina diisi oleh seekor kalkun.
Pakan
Umur 1 - 7 hari berikanlah konsentrat yang dicampur dengan air secukupnya. Aduk konsentrat dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai merata, pemberian air ini hanya sedikit tidak sampai adonan menjadi lembek, jadikan adonan bila diperas dengan cara digenggam tidak mengeluarkan air tetapi adonan terasa basah.
Umur 1 - 2 minggu diberikan campuran konsentrat, bekatul, dan hijauan (daun/sayur). Perbandingan 50% konsentrat, 30% bekatul, dan 20% hijauan.
Cara membuatnya, dengan cara memotong-motong hijauan sampai berukuran kecil sesuai dengan ukuran paruh anak ayam kalkun ini. Kemudian campurkan semua bahan tersebut dengan menambahkan air secukupnya, tetapi tidak encer. Anakan kalkun pada umur ini sudah bisa diberikan full air minum yang ditaruh dalam wadah. Meskipun begitu, pastikan anakan kalkun ini jangan sampai masuk ke dalam air minum.
Umur 2 -  4 minggu, porsinya adalah 40% konsentrat , 30% bekatul, dan 30% hijauan. Pemberian air minum juga sangat dianjurkan, karena kebutuhan cairan pada tubuh anakan sudah mulai meningkat. Jangan lupa mengganti air minum bila sudah kotor, dan bersihkan juga wadah air minum.
Umur 1 - 2 bulan, porsi konsentrat dan bekatul sudah bisa dikurangi dan menambah porsi hijauan, menjadi: 25% konsentrat, 25% bekatul, dan 50% hijauan.
Umur 2 dan seterusnya, porsi konsentrat dan bekatul sudah banyak dikurangi, yaitu: konsentrat 10%, bekatul 20%, dan hijauan 70%.
Pengurangan porsi konsentrat dan bekatul bertujuan untuk memangkas biaya pakan, karena harga hijauan jauh lebih murah dibandingkan harga konsentrat dan bekatul dan kita bisa mendapatkan hijauan dengan mudah di pekarangan rumah yang kita tanam sendiri atau kita bisa membeli sisa-sisa sayuran di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah.
Hijauan yang bisa diberikan:
Eceng Gondok (orang jawa menyebutnya “bengok”), sawi, kangkung, daun pepaya, dll. untuk usia kurang dari 2 bulan jangan di beri daun pepaya karena bisa berakibat kelumpuhan pada ayam.
Campuran lain sebagai selingan bisa juga diberikan: Ikan, Tomat, Brokoli, Wortel, dll. Yang penting harganya masih terjangkau.


Sunday, December 7, 2014

Mengenal Kecoa Madagaskar (Madagascar Hissing Cockroach)

Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, 
Kali ini saya ingin mengajak anda semua untuk  mengenal lebih jauh tentang hewan eksotik yang satu ini lewat tuturan gambar...

Sicantik Eksotis Kecoa Madgaskar






















                     Kecoa Madagaskar sebagai binatang peliharaan,

































Kecoa Madagaskar Sebagai Makanan Hewan Peliharaan












Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, apakah anda tertarik untuk membudidayakannya? silahkan hubungi 0857 7544 9239 atau 0821 2211 1676.

Foto-foto diambil dari Google


Mengawinkan ayam hutan hijau


Ayam hutan hijau adalah unggas indah yang hampir punah. Upaya pengembangbiakan yang dilakukan beberapa peternak ayam hias, selain untuk tetap melestarikannya dari kepunahan sebenarnya juga dapat menjadi sumber pendapatan sampingan yang lumayan menjanjikan.

Tentu saja proses menernakkan dan mengembangbiakkan ayam hutan hijau bukanlah suatu hal yang mudah. Sesuai namanya, Ayam Hutan hijau memiliki naluri liar yang mudah muncul saat terkagetkan oleh hal hal terjadi di lingkunganya, sedikit gerakan apa saja bisa membuat dia meloncat kaget, sampai menabrak dinding kandang, ada orang asing masuk ke daerah kandang, ada warna yang tak terbiasa, ada suara yang dia tidak kenal, dan berbagai hal yang asing bagi dia, akan mebuatnya loncat blingsatan di dalam kandang. Rasa takutnya membuat dia berusaha untuk melarikan diri.

Kesimpulannya, hanya ayam hutan hijau jinak serta bermental baik saja yang dapat kita ternakkan. Terlebih ayam hutan hijau hasil tangkapan, sangat sulit untuk di ternak karena akan sangat liar kecuali sudah melalui penjinakan terlebih dahulu dalam beberapa waktu, atau kita tangkarkan dengan kandang besar yang menyerupai habitat aslinya di hutan. Karena sifat alaminya itulah maka di perlukan suatu keahlian atau teknik dalam proses pengawinanya.

Keahlian atau teknik dalam proses pengawinan ini bisa kita pelajari, dengan memahami karakteristik ayam hutan hijau yang kita miliki. Sambil kita memberi pakan dan merawatnya kita amati dan kita cermati bagaimana karakteristik ayam hutan yang kita miliki. Jika ayam sudah terlihat santai, sudah mau bunyi, bahkan sudah tidak takut lagi terhadap kita berarti sudah ada rasa aman bagi si ayam dan kita pun sudah faham sifat si ayam. Dengan kata lain naluri liar ayam hutan ini meskipun tidak hilang sama sekali, tapi bisa kita jinakkan. Tergantung bagaimana cara kita merawatnya setiap hari.

Setelah ayam hutan yang kita miliki cukup jinak, lalu bagaimana caranya supaya dia mau kawin? Menurut pengalaman beberapa peternak, ayam hutan hijau dapat dikawinkan melelui tiga cara yaitu Inseminasi buatan ( IB ), sistem kawin duduk/dodokan, atau cara penjodohan alami.

Cara pertama, yaitu cara IB sangat sulit di lakukan. Pertama karena kloaka dan alat kelamin ayam hutan hijau sangat kecil dibanding ayam lainya, sehingga cara inseminasi buatan dapat membuat ayam hutan hijau terluka pada alat kelaminya atau membikin ayam jadi stress. Hanya ayam hutan hijau super jinak saja yang dapat di IB.

Yang sering dilakukan oleh kebanyakan peternak adalah cara yang kedua, yaitu cara kawin dodokan. Model perkawinan ini dilakukan dengan cara ayam betinanya di pegang kemudian disodorkan ke dalam kandang ayam hutan hijau jantan. Sebenarnya cara ini pun tidak mudah, kadang ayam betina yang kita sodorkan malah diserang. Atau ayam hutan jantannya malah ketakutan. Dengan cara ini hanya ayam hutan hijau yang memiliki mental bagus, berani, dan  sudah berumur dewasa saja yang bisa melakukannya.

Cara paling efektif dan relative lebih mudah adalah cara ketiga. Yaitu dengan perjodohan alami. Katakanlah kita buat kandang perjodohan yang terdiri dari dua ruangan yang sekat pemisahnya bisa kita buka tutup. Pertama tempatkan ayam hutan jantan dan betina pada ruang yang berbeda namun mereka bisa saling melihat dengan jelas. Biarkan mereka menjadi saling kenal terlebih dahulu.


Setelah keduanya merasa nyaman, baru sekatnya kita buka. Setelah terjadi perkawinan ayam betina kita pisah kembali. Hal seperti ini dapat kita ulang 2 hari sekali selama ayam bertelur dengan tujuan untuk mendapat fertilitas yang tinggi pada telur.

Ukuran kandang idealnya adalah tinggi 80 cm, panjang 120 cm dibagi dua masing-masing 60 cm. dan lebarnya 60 cm. bisa juga disediakan  3 ruang masing-masing 60 cm. Jadi panjang kandang 180 cm. Jantan kita tempatkan di tengah, sedangkan betinanya (2 ekor) masing-masing di kiri kanan kandang pejantan.


Demikian tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber ini saya sajikan, semoga bermanfaat.

Sunday, May 25, 2014

ayam kampung organik

Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, setelah kita membahas ayam kampung super (kamper), kali ini kita coba mengintip … apa sih yang dimaksud dengan ayam Kampung Organik?



Ternyata ayam kampung organik tidak beda jauh dengan ayam kampung biasa. Yang membedakan adalah cara memeliharanya. Mulai dari telur menetas hingga proses pemasaran semua proses dan cara budidayanya adalah organik. Dikatakan organik karena semua proses budidaya ayam tidak menggunakan bahan kima atau obat-obatan yang berbahaya. Sehingga ayam organik sangat rendah lemak, maka cocok untuk anda yang ingin menikmati daging atau karkas ayam dan telur tanpa meninggalkan cara atau pola hidup yang sehat. Ayam kampung organik disebut juga pronic atau ayam kampung probiotik organik.

Keunggulan Ayam Pronic atau Ayam Kampung Organik
1. Serat karkas ayam kampung organik sangat halus sehingga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang beraneka ragam
2. Kadar protein sangat tinggi hingga 70% lebih tinggi dari ayam kampung biasa yang hanya sekitar 30%
3. Hasil karkas lebih gurih karena ayam mengkonsumsi bahan biotik dan bebas residu
4. Sangat cocok untuk orang yang menderita penyakit autis
5. Kadar lemak rendah hingga 9%
6. Dari hasil lab. bebas kandungan zat-zat berbahaya seperti : Salmonella thyposa, E-coli, pestisida, zat logam dan lain-lain.
7. Karkas dan telur aman dikonsumsi karena penggunaan herbal dan tanpa bahan kimia berbahaya

Ciri-ciri ayam kampung organik
1. Karkas lebih berwarna kemerah-merahan dan tidak putih
2. Serat lebih kencang dan tidak lembek
3. Lendir karkas hampir tidak ada
4. Pada bagian dada (bila dibuka) akan tampak lebih cerah dan tidak hambar saat dimasak

Sumber : http://www.ternakayamkampung.com/2012/07/ayam-kampung-organik.html
Dari sumber yang lain dikatakan bahwa, daging ayam kampung organik dihasilkan dari budidaya ayam kampung dengan metode pengembangbiakan dilepas bebas di alam.

Selain rasanya yang lebih gurih, daging ayam kampung organik lebih tinggi kadar proteinnya, namun rendah lemak. Daging ayam kampung organik bebas kandungan zat-zat berbahaya karena budidayanya yang menempatkan pengembangbiakannya di alam bebas sehingga ayam mengkonsumsi jenis pakan yang tersedia di alam. Lewat nutrisi alami yang terbentuk secara alami dari daging ayam tersebut, daging ayam organik diyakini sebagai pengobatan penyakit autis

Adapun ciri-ciri ayam organic adalah, 1. Warna daging memiliki warna putih keabuan dan cerah, warna kulit ayam putih kekuningan-kuningan dan bersih. 2. Tekstur daging terasa lembut, elastis dan tidak lengket jika disentuh 3. Aroma daging tidak menyengat, tidak berbau amis, dan tidak berbau busuk.

Daging ayam kampung organic yang disimpan dalam lemari es dengan suhu 2-4 derajat celcius mampu mempertahankan cita rasanya hingga 5 hari penyimpanan. Jika sebelumnya disimpan dalam lemari es, diamkan daging selama kurang lebih satu jam untuk mencairkan es yang menempel pada daging, kemudian cuci daging ayam dengan air sampai bersih, usahakan menggunakan air yang mengalir agar kotoran langsung terbuang. Daging ayam yang akan diolah menjadi masakan ayam jenis apapun harus dipastikan dimasak dalam keadaan matang sempurna, yaitu diatas suhu 80 derajat celcius, dimana virus flu burung telah mati dalam keadaan suhu tersebut sehingga aman untuk dikonsumsi. Jaga suhu api di 150-170 derajat celcius untuk menghasilkan kenikmatan daging ayam yang sempurna



Demikkian Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, sekedar untuk menambah pengetahuan kita semua, semoga bermanfaat.


Saturday, May 24, 2014

Ayam kampung super
Sahabat Saung Ayam Hias Bogor,  tulisan ini saya kutip sebuah sumber yang saya baca, sebagai satu tulisan sederhana sekedar untuk  menambah pengetahuan.  Untuk mengetahui lebih mendalam silahkan anda klik pada : http://omkicau.com/2013/01/10/bagaimana-mencetak-ayam-kampung-super/

Ayam kampung super  berbeda dari ayam kampung biasa, ayam jenis ini memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat, sehingga bisa dipanen pada umur 50 – 60 hari, dengan bobot badan sekitar 0,8 – 1,0 kg / ekor, sesuai dengan bobot yang diinginkan restoran.

Seperti apakah sebenarnya yang disebut ayam kampung super? Ayam kampung super adalah ayam hasil persilangan antara ayam kampung biasa, ayam cemani, ayam kedu, ayam pelung, ayam nunukan, bahkan ayam bangkok. Tetapi pasti menggunakan ayam ras pedaging atau petelur, untuk mendongkrak performa pertumbuhan keturunannya.
Berbagai cara pembibit “mencetak” ayam kampung super, Salah satu cara terpopular adalah  dengan melakukan persilangan berjenjang dengan menggunakan 3 bahan: ayam kedu, Rhode Island Red, dan White Leghorn. Dua jenis ayam yang disebut terakhir merupakan tipe ayam ras petelur.
Ayam Rhode Island Red Jantan

Rhode Island Red dan White Leghorn yang selama ini digunakan pembibit ayam kamper sesungguhnya hanya final stock, atau DOC yang dipelihara sampai besar. Final stcok pasti bersifat heterozigot. Begitu pula dengan ayam kedu, yang hingga kini belum dilakukan pemurnian galur sehingga selalu heterozigot.
Sebagian pembibit ayam kampung super hanya menggunakan dua bahan saja, yaitu betina ayam kampung dan pejantan ayam ras pedaging (broiler). Jenis ayam pedaging yang bagus dijadikan bahan antara lain Hybro dan Arbor Acres. Sama seperti penjelasan sebelumnya, masyarakat awam hanya bisa memperoleh ayam ras pedaging dalam bentuk final stock saja.
Cara ini memang lebih praktis, karena hanya menggunakan dua bahan, tetapi kelemahannya makin banyak. Misalnya warna bulunya dominan putih, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan model pertama, dan hanya diselingi beberapa warna hitam pada individu lainnya.
Dengan kata lain, ayam kampong super, bukanlah ayam kampong “asli”, karena dalam persilangannya hamper semua menggunakan ayam ras untuk meningkatkan bobot badan atau performa bertelurnya, sesuai dengan tujuan si pembibit.

Demikianlah sekedar informasi yang saya sajikan ke hadapan anda sekalian …

Cara Cepat memperbesar DOC ayam kampung super

Sahabat  Saung Ayam Hias Bogor, kali ini saya kopi kan sebuah tulisan tentang ayam kampung super, dari sumber yang dapat anda klik di akhir tulisan in, silahkan menyimaknya :


Nah, berikut ini saya akan memberikan tips untuk anda cara cepat membesarkan anak ayam kampung super dengan citarasa daging mendekati atau bahkan mirip dengan ayam kampung lokal. Ini dia…

1. bibit ayam kampung yang kita pelihara haruslah ayam kampung super yang cepat besar, seperti yang saya punya contohnya.  Supaya perttumbuhan cepat dan bisa dipacu

2. usahakan kandang yang digunakan sistem umbaran, jangan di kandang batere.  Lebih baik lagi, alasnya tanah sehingga ayam bebas berkeliaran dan dalam kandang tersebut buatlah tangkringan ayam dari kayu atau bambu, kan ayam suka lompat, loncat dan nagkring, ini akan melatih otot ayam sehingga relatif kekar.

3. nah ini yang terpenting, rekayasa ransum.  Maksud saya begini, tidak usah pake teori yang canggih-canggih.  Kita tau kalo supaya ayam cepat besar, intinya ransum harus mengandung protein tinggi. Nah, protein ini bisa dicari dengan pakan pabrik (mis BR 1), atau kalo di desa saya “amis-amisan” dari ikan atau yuyu, keong atau tepung ikan.  Untuk praktisnya, saya mending beli BR 1.  Komposisi ransum yang saya gunakan adalah :

- anak ayam umur 0 – 25 hari = 100 % BR 1.  Pada umur ini jangan lupa, beri lampu/penerangan, selain supaya hangat juga bisa makan di malam hari.  Dan juga air minum diberi rebusan sayuran, contoh daun pepaya atau temu-temuan untuk menjaga kesehatan tubuh, anti cacing dan menjaga nafsu makan.

- umur 25 hr – 2 bulan = 30 % BR 1 : 30 % jagung giling halus : 40 % dedak padi halus.  Pada umur ini lampu sudah bisa dikurangi bertahap.

- umur 2 bulan keatas = 20 % konsentrat daging : 30 % jagung : 40 % dedak padi : 5 – 10 % sayuran.  (konsentrat bisa diganti tepung ikan/amis-amisan).  Saya biasa menambahkan sayuran untuk suplemen vitamin, mineral atau serat.  Sayuran/daun-daunan yang sering saya campurkan pada ransum adalah daun pepaya, daun singkong, daun “gudal meled” atau lengko, dan daun temu ireng.  Pada prinsipnya jenis daun yang berstruktur agak lunak bisa digunakan.  Pemberian sayuran pada ayam tentu saja harus dirajang atau diiris-iris dulu, kemudian kalau bisa direbus atau langsung dicampur ke ransum.  Oya, saya lebih suka menggunakan pakan basah.  Nah, dengan cara diatas, alhamdulillah selain ayam kampung cepat pertumbuhannya, juga sehat dan sejauh ini citarasanya seperti ayam kampung biasa.  Bobot ayam kampung super dengan ransum seperti kira-kira umur 2,5 – 3 bulan mencapai 1 kg-an lebih lah, walau ada yang kurang, ada yang lebih juga, dengan syarat ayam sehat, makanan teratur dan kandang mendapat cukup sinar matahari.

Sebenarnya komposisi pakan diatas, bisa diotak-atik sendiri.  Pada prinsipnya penambahan protein yang cukup signifikan akan berdampak pada cepatnya pertumbuhan ayam.   Saya menghindari 100 % pakan jadi dari pabrik, karena nanti pasti dagingnya lembek, walaupun pertumbuhaannya pesat. Oya, saya juga sering menambahkan pada pakan, yaitu singkong, talas maupun ubi.  Semua ini saya lakukan agar ayam kenyang dan yang penting struktur dagingnya yang pasti kenyal karena makannya beragam.  Untuk ayam dewasa menghabiskan kira-kira pakan 80 – 100 gram pakan, tergantung jenis ayam, umur, dan jenis kelamin.

 sumber :http://indramayudocayamkampungsuper.blogspot.com/p/cara-cepat-memperbesar-doc-ayam-kampung.html

Friday, May 23, 2014

ayo memelihara ayam kampung pedaging


Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, biasanya kita memelihara ayam kampung hanya sebatas memelihara saja tanpa memperhatikan aspek-aspek keuntungan yang akan didapat dari hasil beternak, dan kadangkala kita juga tidak tahu cara memelihara ayam kampung yang baik. Nah bagaimana caranya memelihara ayam kampung yang baik sehingga ternaknya tumbuh sehat dan menghasilkan uang. Barangkali artikel yang saya kutip dari berbagai sumber ini bisa memberi inspirasi dan tambahan pengetahuan untuk kita semua.

Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif, yaitu diumbar sekenanya, dengan sekedar ransum yang kita berikan,  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, ini menyangkut kebiasaan yang sudah mendarah daging di masyarakat kita.

Padahal untuk memperoleh manfaat yang lebih baik tentu dibutuhkan pengetahuan dan kemauan yang lebih. Dengan system semi intensif atau intensif kita akan mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, untuk itu perlu kita perhatikan hal-hal berikut :

1. Bibit

Konon kontribusi bibit terhadap keberhasilan suatu usaha peternakan mencapai 30%. Paling tidak ada 3 cara untuk memperoleh bibit, dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Singkatnya DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria antara lain, dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas pas pada hari ke-21. Bibit yang menetas lebih cepat atau lebih lambat, termasuk bibit yang tidak baik.

2. Pakan

Kontribusi pakan terhadap keberhasilan suatu usaha kira-kira sebesar 30%. Bahan pakan yang bisa kita berikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, dengan pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya.

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika yang bisa kita dapatkan di poultry shop.

3. Perkandangan

Kandang yang baik, jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Lokasi bangunan kandang berada lebih tinggi, atau dibikin lebih tinggi dari lahan di sekitarnya.

Secara rutin kandang dan peralatannya harus disterilkan dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, yang penting adalah daya tampung atau kapasitas kandang tiap meter persegi sebaiknya diisi 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Untuk tujuan pemeliharaan ayam pedaging, dengan masa panen umur 8 minggu, sebaiknya bentuk kandang adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

Pemeliharaan di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dengan menggunakan  kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Perhatikan suhu kandang untuk starter tidak kurang dari 30-32°C. Adapun untuk fase finisher (umur 5-8 minggu) digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

4. Manajemen Pemeliharaan

Kalau bibit dan pakan kontribusinya masing-masing adalah 30%, maka untuk manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Maka bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, dilihat dari manajemen pemelihaaan, maka yang dianjurkan adalah menggunakan system semi intensif, atau system intensif.

Pada Sistem Semi intensif, kita sediakan kandang dengan halaman berpagar, sehingga ayam masih diberim tempat umbaran, ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak terlalu ketat. Sedangkan dengan system Intensifm ayam dikandangkan seperti ayam ras, kontrol pakan dan kesehatan dilaksanakan dengan sangat ketat.

Model pemeliharaan secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit.

5. Pengendalian Penyakit

“Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati”. Oleh karena itu, dalam pemeliharaan kita harus lebih focus kepada pencegahan. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain,

Memilih lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap kemungkinan masuknya binatang lain ke area kandang

6. Pemasaran

Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas).

7. Pengelolaan Produksi
Yang perlu diperhatikan di sini adalah, menjaga agar produksi yang kita hasilkan memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Untuk itu diperlukan adanya pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu, antara lain perlu adanya pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi yang perlu diingat adalah bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

itulah hal-hal yang dapat saya sajikan pada tulisan kali ini, dengan mengutip dari berbagai sumber. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak.


Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Mendapat Telur Ayam Kampung Segar Setiap Hari


Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, pada tulisan kali ini saya akan membahas masalah telur. Terutama dalam hal, mungkinkah kita memenuhi kebutuhan konsumsi telur di rumah kita, dengan ayam yang kita pelihara sendiri? Mari simak uraian berikut ini.

Setiap orang, setiap keluarga, setiap harinya pasti selalu menyediakan telur ayam di rumahnya. Jika persediaan telur sudah menipis maka ibu akan segera menambah persediaan, hampir bisa dipastikan di rumah kita selalu tersedia telur ayam untuk dikonsumsi.

Telur Ayam Ras
Dengan melimpahnya telur ayam ras, kita bisa memperoleh telur dengan mudah, kapan pun kita butuhkan, dengan harga terjangkau pula. di warung-warung terdekat, kita bisa memperoleh teklur ayam ras dengan mudah. Namun pernahkah kita berfikir untuk bisa menyediakan kebutuhan telur dari ayam peliharaan sendiri?

Untuk apa repot-repot? Pasti demikian jawabnya. Apalagi yang kita pelihara pasti ayam kampung. Telurnya kecil-kecil, tidak seperti telur ayam ras yang bisa kita peroleh dengan mudah di warung-warung. Memang demikian faktanya. Tapi siapapun jika ditanya, mana lebih baik antara telur ayam kamopung dengan telur ayam Ras? Silahkan anda jawab sendiri.

Mari kita coba hitung-hitungan sederhana, berapa biaya yang kita butuhkan untuk memperoleh sebutir telur ayam kampung. Hitungan ini diasumsikan kita memiliki 10 ekor ayam kampung betina yang sudah bertelur. Biaya pakan untuk 10 ekor ayam perhari katakanlah 1 kg pakan dengan harga Rp, 8.000,-. Produksi telur yg dihasilkan per hari adalah 50% = 5 butir perhari. Maka "harga" telur per butir, 8.000 / 5 = 1.600 rupiah.
Telur Ayam Kampung

Dengan catatan, kita mendapat telur segar setiap hari, dan kalau kita memang seneng memelihara ayam, kita pun mendapat kepuasan tersendiri tentunya. Tapi saya sarankan, jangan terlalu rumit perhitungannya, jangan terlalu menjelimet, nanti pusing sebndiri ...

Barangkali itung-itungan ini hanya buat anda yang senang memelihara ayam di rumah. Atau buat anda yang ingin mencoba kesenangan baru dengan memelihara ayam di rumah.... selamat mencoba.

Friday, July 12, 2013

SEXING / PENENTUAN JENIS KELAMIN PADA DOC (Day Old Chicken)


Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, berdasar penelusuran di embah Google, ternyata ada banyak cara untuk menentukan jenis kelami anak ayam sehari atau DOC (day Old Chiken). Namun saya saya kutip di sini adalah cara yang saya anggap paling mungkin untuk dicoba oleh kawan-kawan peternak ayam hias, yaitu cara yang dikenal dengan Feather sexing alias penentuan jenis kelamin dengan cara melihat ujung bulu saya pada DOC.
Teorinya adalah, bulu sayap anak ayam betina lebih cepat tumbuh dibanding dengan bulu sayap anak ayam jantan.

Jika bulu bulu pada ujung sayap memperlihatkan panjang bulu yang SAMA antara bulu primer & sekunder, maka DOC tersebut adalah JANTAN (gambar sebelah kiri).  

Apabila bulu bulu pada ujung sayap memperlihatkan panjang bulu yang TIDAK SAMA antara bulu primer & sekunder, maka DOC tersebut adalah BETINA (gambar sebelah kanan).

Bulu Primer adalah jajaran bulu utama sayap (ukurannya terbesar) sedang bulu Sekunder adalah jajaran bulu diatas bulu Primer
Cara lain  adalah dengan  melihat warna bulu. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan. Itu sebabnya pejantan mempunyai warna yang beragam dari betina untuk menarik pasangannya. hanya dengan cara ini kita harus menunggu sampai tumbuh bulu secara penuh.
Demikian informasi yang bisa saya berikan, ayo kita sama-sama mencobanya ...

http://www.ternakayamkampung.com

Tuesday, July 9, 2013

Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitnak)




Pemeliharaan ayam kampung pada umumnya masih dilakukan secara ekstensif tradisional atau secara diumbar di halaman dan di kebun sekitar rumah, sehingga produktivitasnya rendah. Dengan merebaknya penyakit Flu burung yang menyerang ternak unggas akhir-akhir ini,  pemeliharaan secara dilepas tidak dianjurkan lagi. Ayam kampung lebih dianjurkan untuk dipelihara secara intensif. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ayam kampung secara intensif,  adalah sulitnya memperoleh bibit yang unggul, karena belum banyak yang mengusahakan bibit ayam kampung dalam jumlah banyak.
Dalam upaya merespon kebutuhan teknologi pembibitan ayam kampung unggul, Balai Penelitian ternak telah melakukan berbagai kegiatan penelitian pada ayam kampung. Hasil penelitian menunjukkan, melalui teknologi seleksi disertai sistem pemeliharaan yang intensif produktivitasnya dapat ditingkatkan. Dari Hasil seleksi ini dihasilkan ayam kampung unggul yang disebut dengan Ayam Kampung Unggul Balitnak (Ayam KUB).
Tahapan Kegiatan Seleksi
Kegiatan seleksi untuk mendapatkan ayam kampung unggul,  telah diawali sejak tahun 1997 dengan cara mengambil calon bibit dari berbagai daerah di Jawa Barat yang meliputi Jatiwangi, Depok, Karakal Ciawi, DKI dan Cianjur.
Calon bibit ayam kampung tersebut, dipelihara secara intensif  di kandang Percobaan Balitnak Ciawi. Perkawinan, dilakukan dengan teknik kawin suntik (IB) yang diikuti dengan recording yang ketat untuk menghindari terjadinya in breeding. Selama periode pemeliharaan, diberikan pakan standard yang sesuai dengan kebutuhan gizi ayam kampung.
Seleksi yang dilakukan terhadap induk-induk ayam kampung meliputi produktisi telur dan sifat mengeram. Pada induk ayam yang mempunyai sifat mengeram lama dan sering, dilakukan pengafkiran (culling). Seleksi juga dilakukan pada ayam pejantan dengan memeriksa kualitas spermanya.
Seleksi, dari generasi ke -1 sampai generasi ke - 6 dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut.
 1. Produksi telur setiap generasi diamati selama 6 bulan, kemudian dilakukan seleksi  individu pada ayam yang mempunyai rataan produksi telur 50 % terbaik dan memiliki sifat tidak mengeram.
2. Hasil seleksi tersebut disebut G1 (generasi 1) yang kemudian diperbanyak untuk menghasilkan F1.
3. Evaluasi produksi telur pada F1 juga dilakukan selama 6 bulan dan diseleksi dengan kriteria seleksi yang sama untuk menghasilkan G2 dan seterusnya sampai G6 (generasi 6).
Seleksi dalam Pembentukan ayam kampung unggul yang kini disebut sebagai Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitnak) telah dilakukan selama 6 generasi,  dimana satu generasi memerlukan waktu selama 12-18 bulan.
Karakteristik dan Keunggulan Ayam KUB :
•           Warna bulu beragam, seperti ayam kampung pada umumnya
•           Bobot badan : 1.200 -1.600 gram
•           bobot telur :  35-45 gram.
•           Umur pertama bertelur  lebih awal (20 - 22 minggu)
•           Produktivitas telur lebih tinggi (130 -160 butir/ekor/tahun)
•           Produksi telur (henday) :  50 %
•           Puncak produksi telur : 65 %
•           Lebih tahan terhadap penyakit

Wednesday, June 26, 2013

Pengaruh Ventilasi pada penetasan


Sahabat Saung Ayam Hias Bogor,
Telur vertil adalah mahluk hidup, dia butuh oksigen yang cukup, suhu yang pas,  dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh mahluk hidup seumumnya. Jika satu atau dua hal berkurang atau bahkan berlebih bisa jadi telur itu sudah "mati" sebelum ditetaskan.
Begitu pula ketika telur masuk dalam inkubator, maka di dalamnya mulai tumbuh embrio yang dalam perkembangannya dia bernafas, artinya dia memerlukan O2 dan membuang CO2. Karena itulah dibutuhkan pengaturan ventilasi yang memadai dalam setiap mesin tetas alias inkubator.
Biasanya dalam panduan yang kita dapat dari penjual mesin tetas ada petunjuk untuk mengatur bukaan ventilasi, maka ikutilah petunjuk itu dengan cermat. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur agar cukup ada sirkulasi udara dan dengan memperhatikan penurunan tingkat kelembaban udaranya
Ada inkubator yang bukaan ventilasinya berada di bagian atas yang dapat diatur untuk mengeluarkan udara bersamaan degan pergerakan udara panas yang ada didalamnya sedangkan sirkulasi udara masuk dari lubang lubang yang ada dibagian bawah dan samping incubator tersebut.
Pada akhirnya, pengenalan kita terhadap mesin tetas yang kita gunakan akan sangat berarti buat kita. Jadi cobalah kenali benar karakteristik dari mesin tetas yang kita miliki.
Sekian, semoga bermanfaat.