Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Monday, June 17, 2013

Berapa banyakkah jumlah uang yang beredar saat ini?


BI (bukan bang Iding, tapi Bank Indonesia) menyebutkan, jumlah uang yang beredar di dalam negeri selalu meningkat setiap tahun. Data BI menunjukkan, jumlah uang yang diedarkan (UYD) hingga Mei 2013 telah mencapai Rp 403 triliun…..
Uang sebanyak itu, katanya belum meliputi uang yang beredar di daerah-daerah terpencil dan perbatasan yang sulit terjangkau. Kalau penyebaran uang menajngkau daerah-daerah tersebut, maka jumlahnya akan akan naik lagi. Jadi, katanya, uang yang beredar di pulau terluar, kadang-kadang uang yang sudah ditarik karena tidak pernah dapat pasokan baru.
Jumlah uang yang ditarik dan dimusnahkan oleh BI, lanjut Ronald, telah mencapai rasio 30 persen dari total bilyet (lembar cetakan uang yang belum dipotong) yang beredar. Dan tahuklah anda, dari total uang yang dimusnahkan, paling banyak adalah dari pecahan di bawah Rp 20.000. Kenapa? Karena lembaran-lembaran uang inilah (mulai dari seribuan sampai duapuluhribuan) yang paling sering beredar diantara kita. Sehingga rata-rata tampilan mereka lebih kusam dan kotor dibanding saudaranya yang lima puluh ribuan dan seratus ribuan …
Malah katanya, yang paling banyak dimusnahkan itu uang duaribuan. Ya wajar kalau di kota Bogor, uang duaribuan adalah seharga dengan tariff angkot dalam kota. Maka setiap pagi uang duaribuan banyak beredar…

Lalu …. 
Dari sekian banyak yang beredar itu … berapa banyakkah yang beredar di sekitar anda ? 

ballada jengkol - Jengkol oh… jengkol !!!


Katanya, pemerintah menggelar rapat ketahanan pangan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membahas ketahanan pangan, khususnya jelang bulan puasa dan Lebaran. Itu sudah biasa .YANG LUAR BIASA adalah, dari 7 komoditas utama yang dipetakan,  ternyata HARGA JENGKOL mendapat cukup perhatian disamping harga cabai yang cenderung genit ….
Tak kurang Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, turut mengomentari perihal naiknya harga jengkol di pasaran. Menurut keterangan beliau, penyebab merangkak naiknya harga jengkol dan cabai di pasaran karena persoalan musiman, seperti masa panen yang telah lewat dan faktor cuaca. Jengkol itu naiknya luar biasa, kata Hatta usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Rabu (12/6).

Komoditas lain yang dibahas pemerintah dan Kadin misalnya harga daging ayam, minyak goreng, gula, ikan, udang, dan beras, dijamin oleh Hatta harganya masih bisa stabil, kecuali harga JENGKOL dan cabai … l.
Hatta menyoroti, tugas pemerintah dan dunia usaha sekarang adalah menjaga agar tidak ada spekulasi jelang Lebaran. Sehingga pergerakan harga selain cabai dan JENGKOL tidak melonjak drastis.
Berdasarkan data Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, hari ini, harga cabai merah keriting ialah Rp 27.198 per kilogram (kg). Sementara harga cabai merah biasa Rp 25.985 per kg.
Harga jengkol sendiri seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Harga ideal jengkol yakni Rp 25.000 per kg dalam beberapa hari terakhir melejit naik 100 persen menjadi Rp 50.000 per kg dan terus menanjak.
JENGKOL… OH … JENGKOL ….

Sunday, May 12, 2013

Iptek, Fondasi Ekonomi Masa Depan?




Katanya ...
ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi
berpegang pada keyakinan itu
sejumlah negara industri baru
secara konsisten mengalokasikan sejumlah besar dana
dan mereka berhasil menciptakan invensi dan inovasi secara nyata
kemudian menerapkannya pada industri ...

Katanya pula ...
kegiatan berinovasi secara mandiri
memang merupakan tuntutan masa kini
dan masa mendatang
karena negara dengan kemampuan berinovasi rendah
akan semakin bergantung pada negara yang memiliki inovasi tinggi
sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran akan hak kekayaan intelektual ...

Kemudian ...
Hasil inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi itu
diterapkan di industri untuk meningkatkan nilai tambah,
mulai dari material, mesin produksi, hingga produknya
semakin efisien dan produktif proses tersebut,
semakin tinggi pula kualitas produk yang dihasilkan
dan akhirnya,
bisa menaikkan daya saing dan pendapatan negara itu

Pada ujungnya ...
(katanya) akan mengangkat kualitas hidup
dan kesejahteraan bangsa yang bersangkutan ...

Memang ...
menurut para pakar,
iptek terbukti mampu mengungkit produktivitas ekonomi
karena, selama lebih dari tiga abad sejak Revolusi Industri,
iptek telah meningkatkan 50 kali lipat produktivitas industri.  

Namun apakah benar?
meningkatnya produktivitas industri
sama dengan meningkatnya kualitas hidup dan kesejahtaraan bangsa ?

Atau ...
hanya sekedar meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan
segelintir manusia?????

***



Padahal ...
memasuki era globalisasi hingga satu abad ke depan,
negara maju masih tetap berkeyakinan
bahwa kemajuan iptek merupakan kunci kemajuan dan kekuatan daya saing bangsa
sehingga mereka terus berpacu
mempersiapkan bangsanya
agar mempunyai basis iptek yang kuat

Karena katanya ...
jika tidak demikian
negara atau bangsa ini akan ditelan oleh gegap gempita kemajuan negara lain

Oleh karena itu ...
semua saling berlomba
meningkatkan anggaran setinggi-tingginya
untuk melakukan penelitian dan pengembangan ...

Sedangkan ...
kegiatan riset iptek bukanlah sesuatu yang cepat menghasilkan
butuh waktu 15 hingga 25 tahun berinvestasi secara berkelanjutan
sebelum teknologi yang dikembangkan
dapat memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat ...
namun hasilnya
katanya, akan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga berlipat kali
negara-negara industri baru telah membuktikannya!

Namun ...
apakah meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga berlipat kali
sama dengan meningkatnya kualitas hidup dan kesejahtaraan bangsa ?

Atau ...
hanya sekedar meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan
segelintir manusia?????

***

Bahkan katanya ...
mengamati perkembangan yang terjadi di dunia
agar tidak semakin tertinggal dengan bangsa lain
Indonesia pun perlu menetapkan visi iptek untuk kurun waktu 20 tahun ke depan

Karena katanya ...
menurut Indeks Pencapaian Teknologi UNDP tahun 2001
saat ini Indonesia berada di urutan ke-61 dari 64 negara
lalu, dalam Indeks Pembangunan Manusia
posisi Indonesia terus menurun dari 49 pada tahun 1996
menjadi 112 pada tahun 2002
di antara 173 negara ...

Namun sayangnya, katanya ...
keterkaitan kegiatan iptek di Indonesia dengan sektor riil ini sangat lemah
sedangkan di negara industri berlaku sebaliknya ...

Padahal katanya ...
bila keadaan ini berjalan terus
dalam jangka panjang
posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global akan melemah
dan hilang secara gradual ...

Oleh karena itu, katanya ...
visi pembangunan iptek jangka panjang
merupakan tren dunia yang harus diikuti Indonesia ...

jika dalam tahun 2025 ...
Indonesia tidak bisa mempersiapkan masyarakat berbasis iptek yang kuat
negara ini akan ditelan kemajuan negara lain ...
Oleh karena itu pula, katanya ...
perlu adanya Visi Iptek 2025
yang bertujuan mendorong dan mengikat semua pihak
ke dalam kesatuan langkah dalam pembangunan bidang iptek
membuat kebijakan yang mempertimbangkan berbagai kendala
ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh negara
memperjelas posisi penetrasi iptek ke dalam pembangunan
serta melakukan terobosan dengan dimotori oleh iptek
dalam mewujudkan kesejahteraan dan daya saing bangsa

Dengan harapan ...
arah dan tahapan pencapaian pembangunan iptek yang ditetapkan
menjadi acuan bagi penyusunan tahapan Kebijakan Strategis Iptek setiap 5 tahun

Sehingga ...
pada jangka pendek, dalam lima tahun pertama
bisa tercapai kemandirian dan ketahanan
terutama ketahanan pangan, perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan,
pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya kelautan, kebumian,
juga kedirgantaraan.

Pada jangka menengah, katanya ...
dalam periode 10 tahun pertama
ditargetkan tercapainya kemandirian dan daya saing di bidang transportasi dan logistik, energi, manufaktur, teknologi informasi dan komunikasi,
bahan baku serta bioteknologi ...

sehingga ...
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ...
kemajuan iptek, khususnya di bidang bioteknologi
yang terkait dengan pertanian, pangan, lingkungan hidup, kesehatan, dan industri,
bidang teknologi informasi yang meliputi komputer dan telekomunikasi,
bidang energi dan proses manufaktur
dapat mengakibatkan pola hidup dan bisnis mengalami perubahan cepat ...

Selanjutnya pada jangka panjang ...
terjadi percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan iptek
untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya
kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya berbasis iptek ...

Maka, ditargetkan ...
pada saatnya nanti
dalam 20 tahun mendatang
Indonesia masuk lima kelompok negara termaju di ASEAN
dan 25 negara termaju di dunia
dan tumbuh menjadi masyarakat yang berbudaya iptek ...

Katanya ...

Bogor, Oktober 2010 ...

Sumber : Kompas (16 Oktober 2004)

Besar Pasak Daripada Tiang




Cucuku ...
Untuk dapat keluar dari krisis
Bangsa ini harus bisa memperbaharui sikap
Sikap baru untuk melanjutkan hidup
Baik individu, keluarga, ataupun kelompok
Sebagai perusahaan ataupun negara
Semua harus menyadari
Bahwa, selama ini kita masih hidup
lebih besar pasak daripada tiang …

Coba lihat ...
Kesenjangan pengeluaran
dibiayai dengan utang...
Kesenjangan  investasi
dibiayai dengan utang...
Kesenjangan untuk makan hari- hari pun
ditutup dengan utang ....
Kalau terus menerus demikian ...
Kita semua tidak akan pernah lepas dari krisis ...
Karena terus menerus besar pasak daripada tiang

Sementara ...
Kecurangan, kemunafikan, dan kepalsuan
Terus kita pertontonkan dengan elegan
Upaya mencari jalan pintas menjadi hal yang biasa
Orang menganggap sebagai hal yang wajar-wajar saja
Sekolah nyogok, kerja nyogok, ingin jabatan pun harus nyogok ...
Ingin nampak pintar, membeli gelar ...
Kepingin cepat kaya, ya korupsi ...
Kepingin berkuasa? Ya kolusi ...

Lalu ....
Semua perilaku besar pasak daripada tiang ini
Ditutup-tutupi dengan mengedepankan sikap kepalsuan dan kemunafikan
Semua ini tak bisa dibiarkan terus begini cucuku ...
Semua harus dibuang supaya tidak berkesinambungan
Ayo bangun etos kerja baru!
Tanamkan dalam jiwamu,
Bahwa kita bangga dengan hasil jerih payah kita sendiri!
Yang halal dan sesuai dengan kemampuan kita sendiri!
Tidak besar pasak daripada tiang!

Bogor,  24 Juni 2010