Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

main-main atau sungguhan


Ini benar-benar terjadi
Di Gedung yang katanya rumah rakyat
Tempat di mana para anggota dewan yang terhormat
Menggelar rapat …

Kabarnya,
Paket Pimpinan DPR yang diajukan Koalisi Merah Putih (KMP) gol
Setya Novanto Cs resmi menjabat sebagai pimpinan DPR

Dan kabarnya lagi,
Ini merupakan kemenangan keempat bagi KMP
atas Koalisi Indonesia Hebat yang mendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

lho?
Memang ini semacam pertandingan ya?
Kok ada menang dan kalah?
Sampai saat ini, katanya, KMP sudah menang  4 gol
Sementara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) masih 0 (nol)

Lalu rakyat?
Menang apa kalah om?

Dan katanya pula,
Paket yang diajukan KMP mulus diterima paripurna DPR
walaupun …
Kubu Indonesia Hebat
memilih untuk walkout…?
Nah lo …? 

Tentu saja …
“kemenangan” ini bukan kebetulan
Tapi satu ‘rancangan’
Yang dimulai dengan revisi UUMD3
Yang memutuskan
Bahwa …
Kursi Ketua Dewan tak lagi otomatis
jadi milik partai pemenang pemilu.

Maka …
Yang terjadi adalah adu kekuatan
Mana lebih banyak suara
Antara KMP dan KIH
Sudah jelas kan?

Tapi …
Kok sampai dinihari ….?

Monday, May 20, 2013

Perseteruan Dua Tetangga




Kalau namanya sedang musuhan, apa pun yang dilakukan oleh musuh kita, cenderung kita nilai sebagai tindakan yang negatif.  Jeleknya lagi, kalau lagi musuhan kita selalu melihat kejelekan dan kesalahan yang dilakukan oleh seteru kita, sementara itu kita selalu merasa bagus dan benar semua yang kita lakukan ....

Begitu halnya dengan dua tetangga yang tak jauh jauh amat letaknya dari negeri kita ... Pemerintah Korea Utara baru-baru ini menilai pertemuan antara Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan Presiden AS Barack Obama belum lama ini tak ubahnya pertemuan antara majikan dan pelayannya.

Padahal kunjungan Presiden Park pada 6-9 Mei 2013 ke Amerika Serikat dinilai banyak kalangan menuai sukses besar, karena dalam kunjungan itu kedua negara sepakat tidak akan memberi konsesi apa pun saat berurusan dengan Korea Utara. Nah lho ... pantesan Korut jadi berang .... tuh kan , kalau lagi musuhan memang kayak begitu ...

Padahalnya lagi, katanya, Presiden Park yang sempat berpidato di depan Kongres AS menekankan agar Korea Utara menghentikan ambisi nuklirnya dan mengajukan proposal perdamaian setelah ketegangan yang terjadi selama beberapa bulan ini. Namun, juru bicara Komite Reunifikasi Damai Korea Utara memiliki penilaian sebaliknya. Tuh kan ... apa saya bilang .... Gak akan ada titik temu, yang ada selalu saling berseberangan. Orang lagi musuhan!!!

Malah pihak Korut, melalui juru bicaranya berkomentar, "Kunjungan itu adalah sebuah perjalanan menjijikkan dari seorang pelayan untuk menyenangkan majikannya, demi mempererat perlawanan terhadap Korea Utara," Dia tambahkan lagi, bahwa "Pernyataan arogan Park hanya akan memperuncing eskalasi di antara kedua Korea. Pertemuan itu juga merupakan awal dari rencana invasi ke Korea Utara," tambah dia.
Wah wah wah ..... gimana ini?

Siapa Mau Memulai Perang?




Perang Dunia III bisa jadi dimulai di kawasan Asia. Untuk memulai perang, kayaknya tidak perlu ada alasan yang kuat. Cukup satu orang gila dan punya kekuasaan serta ambisi yang gila pula maka perang bisa meletus dan meluas. Terlebih di zaman di mana untuk melakukan perang manusia tidak perlu saling berhadapan, tidak perlu saling mendekati. Sehingga pekerjaan "membunuh" bisa dikerjakan dengan leluasa, kayak anak anak sedang main game saja.

Kelihatannya Korea Utara sedang ingin main perang-perangan dengan seterunya Korea Selatan, pasalnya Korut kembali meluncurkan sebuah roket jarak pendeknya ke perairan sebelah timur negeri itu pada hari Minggu (19/5/2013), menyusul kecaman yang dilontarkan negeri tetangga seterunya, Korea Selatan. Padahal kecaman yang dilontarkan "tetangganya" itu lantaran Korut pada Sabtu (18/5/2013) juga meluncurkan tiga roket serupa ke perairan yang sama.

Tentu saja pemerintah Korsel  jadi berang, karena peluru kendali jarak pendek yang diluncurkan itu bisa jadi akan dapat mengenai atau menjangkau wilayahnya, seperti ibu kota Seoul, yang berpenduduk padat sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Sementara militer Korsel yang dibantu pamannya yang terkenal dengan panggilan "Paman Sam" belakangan ini telah mengembangkan sistem pertahanan yang canggih untuk menghadapi serangan roket-roket Korut. Penguatan itu, katanya, dilakukan setelah terjadinya serangan mematikan artileri Korut pada tahun 2010, yang menghantam pulau berpenduduk, Yeonpyeong, hingga membunuh empat warganya ketika itu.

Kementerian Pertahanan Korsel, Minggu (19/5/2013), membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan penempatan dan pengerahan puluhan sistem rudal Israel dan armada peluncur bergeraknya di kawasan perbatasan sebelah baratnya. Sistem peluncuran rudal canggih dan berpresisi buatan Israel itu memiliki kemampuan daya jangkau radius 12 mil dan dapat menarget sistem persenjataan dan roket-roket Korut, yang terpasang di sepanjang garis pantainya.

Nah lho .... jadi mau perang beneran nih ? Siapa yang mau memulai perang????

Dunia Butuh Revolusi



Artikel ini saya “temukan” berlabel “Kompas 29 Januari 2011” dengan judul PBB : Dunia Butuh Revolusi’. Terus terang, kata kata revolusi itulah yang menarik saya untuk kembali membacanya. Sudah cukup lama memang tulisan ini dimuat, tapi rasa penasaran saya mengalahkan itu semua. Barangkali kalau kita telaah saat ini, tidak akan mengurangi makna yang terkandung dibalik fakta-fakta yang cukup menarik tentang dunia yang sama-sama kita cintai ini.
Di awal tulisannya dinyatakan demikian, “Davos, jumat - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mendesak para pemimpin negara dan korporasi dunia untuk benar-benar serius menemukan inovasi ekonomi demi menyelamatkan Planet Bumi. Menurut Ban, model ekonomi yang dijalankan saat ini sudah sangat usang, terbukti merusak lingkungan, dan dunia kehabisan waktu jika tidak segera melakukan sesuatu.”
Ada satu “kehawatiran” yang terungkap dari pernyataan Sekjend PBB saat itu, harus segera dilakukan sesuatu, katanya.
Berikutnya Ban menekankan, jika model ekonomi baru, yang berkelanjutan dan bisa ditopang planet ini, tak segera ditemukan, dunia sama saja sedang menyepakati ”pakta bunuh diri global”.
Panel diskusi itu diadakan pada Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF)  yang juga menampilkan panelis Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Meksiko Felipe Calderon, CEO jaringan supermarket Walmart Mike Duke, dan pendiri Microsoft Bill Gates
Jim Balsillie, salah satu CEO Research in Motion (produsen telepon pintar Blackberry), mengatakan, teknologi saja tak cukup untuk memecahkan masalah bagaimana mempertahankan pertumbuhan ekonomi tanpa meningkatkan dampak terhadap lingkungan. ”Kita harus memikirkan kembali (model) ekonomi di tingkat paling dasar,” tutur Balsillie.
Presiden Yudhoyono mengatakan, Indonesia saat ini berusaha menanam satu miliar pohon per tahun untuk mempertahankan hujan hutan tropis demi membantu mengurangi dampak pemanasan global. Meski demikian, Presiden menolak gagasan bahwa negara-negara berkembang harus melepas cita-cita menjadi sama kaya dengan negara-negara maju demi menyelamatkan bumi.
Bill Gates mengamini pernyataan Yudhoyono ini dengan mengatakan, ”Dunia akan menjadi tempat yang tidak adil apabila kita menyuruh orang-orang (di negara berkembang), untuk menggunakan energi yang lebih sedikit daripada rata-rata warga Eropa.”
Dilema yang kemudian muncul adalah di satu fihak negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang tinggi-tingginya, seperti China dan India, menolak adanya perjanjian pengurangan emisi gas rumah kaca yang bersifat mengikat dan wajib.
Mereka beralasan, perjanjian seperti itu akan mengganggu pertumbuhan ekonomi mereka, yang masih dibutuhkan untuk membebaskan rakyat mereka dari kemiskinan.
AS, negara maju yang menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, memanfaatkan kesempatan itu dengan mengatakan, pihaknya baru akan mempertimbangkan perjanjian yang mengikat setelah China dan India melakukan hal yang sama.
Jadi perdebatan di forum dunia yang membahas nasib dunia kita bersama ini menjadi tak jelas ujung pangkalnya. Padahal forum ini diikuti tak kurang dari 2.500 tokoh politik dan bisnis dari seluruh dunia, termasuk para pemimpin negara dan bos-bos perusahaan dunia.
Sehingga banyak kalangan menilai pertemuan-pertemuan semacam ini hanya menghasilkan omong kosong belaka.
Lalu forum mana lagi yang bisa diharapkan menghasilkan satu solusi yang jitu untuk “menyelamatkan” planet bumi yang sama-sama kita cintai ini?
Sementara perbedaan pendapat terus menghantui forum-forum dunia seperti itu, perusakkan lingkungan terus berlanjut.
Jadi revolusi semacam apa yang seharusnya dilakukan untuk menyelamatkan bumi kita ini? Dan siapa yang sanggup menjadi pemegang komandonya, jika itu kemudian akan dilaksanakan?
Di Forum itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron menegaskan, kebijakan penghematan anggaran negara yang dilakukan di Inggris telah menunjukkan hasil positif, dan mengajak seluruh negara Eropa menuruti jejak Inggris untuk keluar dari krisis ekonomi.
Sebaliknya, Menteri Keuangan AS Timothy Geithner berpendapat, pemotongan anggaran negara yang tiba-tiba dan drastis adalah ”langkah tak bertanggung jawab”. ”Kami tak akan melakukan itu,” kata Geithner.
Jadi sampai dengan hari ini, Mei 2013, setelah dua tahun lebih diskusi itu berlalu, apa yang sudah dilakukan pemimpin-pemimpin dunia, tokoh-tokoh politik dan bisnis dunia untuk menyelamatkan dunia ini?