Berbagi pengalaman seputar hobbi dan bisnis ayam hias. Kami juga menyediakan berbagai macam ayam hias berdasar pesanan. Sampaikan pesanan anda melalui 0857 7544 9239 / 0821 2211 1676. Alamat : Jl. Pahlawan Gg. al Falah no.39 rt.02/16 - Bondongan, Kota Bogor. 15 menit dari Kebun Raya Bogor.
Sunday, May 1, 2016
Saturday, April 16, 2016
PENYAKIT PADA KALKUN
Pencegahan
1. Vaksinasi
Vaksin
untuk kalkun sama dengan vaksin untuk unggas lain. Aturan dan dosisnya bisa
melihat pada kemasan. Lebih baik lagi jika kita berkonsultasi dengan yang sudah
berpengalaman. vaksin yang bisa digunakan adalah Vaksin ND Hitchner B1 dan
vaksin ND LASOTA yang diberikan dengan cara Suntik/air minum untuk mencegah
penyakit ND.
2.
Obat Cacing
Berikan
juga obat cacing yang di ulang 2-3 bulan
sekali untuk mencegah cacingan. Selain
vaksin, banyak juga peternak yang lebih suka mengobati kalkunnya dengan
obat-obatan herbal, dan sebagian lagi malah dengan obat yang biasa dikonsumsi
oleh manusia.
Pengobatan.
Pilek/hidung berlendir.
Penyakit
ini secara medis dinamakan Infectious Bronchitis (IB). Ciri-cirinya a.l. hidung
berlendir, sayap menggantung dan nafasnya berbau. Lama kelamaan nafsu makannya
turun, bahkan jika sudah parah, kalkun harus disuapi agar tetap bisa bertahan
hidup. Untuk pencegahan, lokasi kandang harus kering, tidak lembab, dan di sekitar
kandang tidak terdapat selokan yang mempunyai air kotor dan tergenang.
Penularan penyakit terjadi lewat gigitan nyamuk, lalat dan kontaminasi air
minum. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, kalkun sakit segera dipisahkan dan
diberi obat seperti tetrachlor.
Cacar/bercak merah
Penyakit
ini disebabkan
oleh virus familia poxviridae dan
genus Avipoxvirus.
Kalkun yang terserang dipenuhi bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya.
Pengobatan dan pencegahan dengan vaksin dilakukan setelah terlebih dahulu
berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebagai obat tradisional, kita bisa membuat
ramuan dari bensin yang dicampur oli (baru). Campuran ini kita kuaskan
pelan-pelan ke permukaan tubuh yang terkena bercak-bercak cacar. Beberapa
peternak mengatakan cara tradisional ini cukup ampuh.
Lumpuh.
Lumpuh
pada kalkun biasanya disebabkan karena pakan berlebih yang mengakibatkan kalkun
mengalami kegemukan (obesitas). Kalkun muda yang tulangnya belum kuat tidak
akan mampu menahan berat tubuhnya. Untuk itu, pemberian makanan harus
terkontrol dengan baik. Untuk pencegahan, kita bisa memberikan konsentrat AD1
(untuk kekuatan tulang) pada ransum makanan kalkun muda. Kelumpuhan pada kalkun muda juga bisa diakibatkan karena
konsumsi daun pepaya. Kalkun yang terserang akan mengalami lumpuh total dan
jari-jarinya bengkok kedalam. Sebagai pencegahan, kalkun usia dibawah tiga
bulan sebaiknya tidak kita beri daun pepaya.
Kolera.
Gejala
pada kalkun yang terserang yaitu pial yang terlihat membengkak. Jika kalkun
terserang kolera, bisa diobati dengan antibiotik seperti tetrasiklin atau
streptomycin.
Blackhead/Histomoniasis
Kalkun
yang terserang menunjukkan gejala-gejala susah makan, berat badan turun dan
kotorannya berwarna kuning. Penyebab penyakit ini adalah protozoa Histomonas meleagridis. Kalkun yang terserang
sebaiknya dikarantina agar tidak menular ke kalkun lain. Sebagai tindakan
pengobatan, gunakan Emtryl, yang mengandung dimetridazole.
Avian Infuenza/Flu
burung
Guna
mencegah penularan virus flu burung, diperlukan biosecurity. Langkah ini adalah
langkah yang mudah dilakukan jika kita tahu caranya. Kasus-kasus
penularan virus flu burung ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya
pengetahuan peternak, kurang sosialisasi, dan ketidak disiplinan. Sebagai
langkah awal, pastikan dulu bahwa kalkun yang anda beli sudah divaksin dan
berasal dari peternakan yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi kesehatannya.
Vaksin untuk H5N1 ini sebenarnya disediakan gratis oleh pemerintah. Jadi, tidak
ada alasan untuk tidak mem-vaksin ternak anda. Langkah selanjutnya, selalu
menyemprot areal kandang dan lokasi-lokasi yang menjadi akses ke kandang.
Penyemprotan dilakukan dengan desinfektan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore.
Kemudian, setiap pintu masuk lokasi kandang harus kita beri larutan desinfektan
dalam ember atau baskom. Manusia yang ingin memasuki kandang kita persilahkan
untuk mencelupkan tangan dan kaki mereka dalam larutan tersebut.
Salah satu
desinfektan yang cukup ampuh memberantas virus flu burung, dan beberapa
penyakit lainnya, adalah Benzalkonium
Chloride. Obat ini bisa dibeli di poultry shop dengan nama dagang yang
bermacam-macam dan harganya terjangkau.
Herbal untuk kalkun.
Herbal
sebagai tindakan pencegahan, dilakukan peternak saat musim pancaroba. Herbal
ini dinilai lebih ampuh dan murah. Bahan-bahannya pun mudah diperoleh. Untuk
membuat ramuan herbal ini kita siapkan saja jahe dan kencur sesuai kebutuhan.
Kedua bahan ini kita cuci, kupas dan digiling halus atau diparut. Setelah
campuran siap, suapkan ke kalkun muda (umur kira-kira 4 bulan) dengan dosis
seperempat sendok teh. Sementara untuk kalkun kecil, ramuan tersebut kita
campurkan ke dalam pakan. Saat musim penghujan, ramuan ini bisa menambah daya
tahan dan mengusir berbagai penyakit.
Selain menggunakan
herbal, peternak kalkun menggunakan juga obat untuk manusia seperti obat-obatan
untuk flu dan masuk angin. Obat ini diberikan setengah dosis saja, Penggunaan
obat manusia ini juga ada gunanya bagi kita. Jika kalkun suatu saat kita
potong, maka dagingnya aman untuk dikonsumsi. Sedangkan kalkun yang
mengkonsumsi obat-obatan khusus unggas, tidak boleh begitu saja dipotong dan
dikonsumsi.
selintas kilas budi daya kalkun
foto: FB Warri Edi jambul
Pemeliharaan DOT
Pada kalkun
kecil yang baru menetas harus disediakan penghangat berupa lampu dan juga
plastik penutup saat malam hari. Suhu kandang sekitar 30-38 derajat celcius.
Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat. Bisa
berupa konsentrat yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan
perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, anakan kalkun jangan diberi makanan
lain sampai umur dua bulan.
Kandang
Umur 0 -
1.5 bulan, kandang bambu rapat dengan alas kertas kardus, panjang 1 meter,
lebar 80 cm, tinggi 40 cm cukup untuk dihuni sekitar 20-25 ekor.
Bagi
anakan kalkun umur 1.5- 2,5 bulan sediakan kandang bambu lebih renggang tanpa
alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm yang dapat diisi
oleh 10-15 ekor kalkun.
Umur 2,5- 3.5
bulan dapat dipelihara di kandang kawat strimin dengan rangka kayu, panjang 2
meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm. Kandang ukuran ini dapat dihuni oleh 15-20
ekor.
Umur 3.5 bulan ke atas hingga dewasa
atau siap dijadikan indukan sebaiknya mempergunakan kandang umbaran tanah yg
berkarakter kering & tidak keras serta ditumbuhi rumput & tanaman perdu
ukuran minimal 5×10 meter, dapat dihuni oleh 50-70 ekor kalkun.
Kandang umbaran tanah dibuat sebagian
beratap dan di tempat beratap disediakan tempat bertengger yang cukup.
Diperlukan juga kandang karantina dengan
ukuran kandang sekitar 80cm x 80cm x 80cm, disiapkan untuk : pejantan yang suka
berbuat onar (tarung), sakit, atau cidera; indukan yang sakit. Satu kandang
karantina diisi oleh seekor kalkun.
Pakan
Umur 1 - 7
hari berikanlah konsentrat yang dicampur dengan air secukupnya. Aduk konsentrat
dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai merata, pemberian air ini
hanya sedikit tidak sampai adonan menjadi lembek, jadikan adonan bila diperas
dengan cara digenggam tidak mengeluarkan air tetapi adonan terasa basah.
Umur 1 - 2 minggu diberikan campuran
konsentrat, bekatul, dan hijauan (daun/sayur). Perbandingan 50% konsentrat, 30%
bekatul, dan 20% hijauan.
Cara membuatnya, dengan cara
memotong-motong hijauan sampai berukuran kecil sesuai dengan ukuran paruh anak
ayam kalkun ini. Kemudian campurkan semua bahan tersebut dengan menambahkan air
secukupnya, tetapi tidak encer. Anakan kalkun pada umur ini sudah bisa
diberikan full air minum yang ditaruh dalam wadah. Meskipun begitu, pastikan
anakan kalkun ini jangan sampai masuk ke dalam air minum.
Umur 2 - 4 minggu, porsinya adalah 40% konsentrat , 30%
bekatul, dan 30% hijauan. Pemberian air minum juga sangat dianjurkan, karena
kebutuhan cairan pada tubuh anakan sudah mulai meningkat. Jangan lupa mengganti
air minum bila sudah kotor, dan bersihkan juga wadah air minum.
Umur 1 - 2 bulan, porsi konsentrat dan
bekatul sudah bisa dikurangi dan menambah porsi hijauan, menjadi: 25%
konsentrat, 25% bekatul, dan 50% hijauan.
Umur 2 dan
seterusnya, porsi konsentrat dan bekatul sudah banyak dikurangi, yaitu:
konsentrat 10%, bekatul 20%, dan hijauan 70%.
Pengurangan porsi
konsentrat dan bekatul bertujuan untuk memangkas biaya pakan, karena harga
hijauan jauh lebih murah dibandingkan harga konsentrat dan bekatul dan kita
bisa mendapatkan hijauan dengan mudah di pekarangan rumah yang kita tanam
sendiri atau kita bisa membeli sisa-sisa sayuran di pasar tradisional dengan
harga yang sangat murah.
Hijauan
yang bisa diberikan:
Eceng
Gondok (orang jawa menyebutnya “bengok”), sawi, kangkung, daun pepaya, dll.
untuk usia kurang dari 2 bulan jangan di beri daun pepaya karena
bisa berakibat kelumpuhan pada ayam.
Campuran
lain sebagai selingan bisa juga diberikan: Ikan, Tomat, Brokoli, Wortel, dll. Yang
penting harganya masih terjangkau.
Subscribe to:
Posts (Atom)

