Tuesday, May 27, 2014

Peternakan Ramah Lingkungan Semangat Menuju Go Green Indonesia

Oleh Administrator   
Rabu, 26 Juni 2013 14:22
Promosi berbagai inovasi peternakan ramah lingkungan, serta dalam rangka merumuskan kebijakan strategis dan langkah operasional dalam mendukung swasembada daging, telah dilakukan Badan Litbang Pertanian dengan menyelenggarakan Ekspose dan Seminar Nasional Inovasi Peternakan Ramah Lingkungan pada tanggal 19-20 Juni 2012 di Kebun Percobaan (KP) Gowa Sulawesi Selatan. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Balitbangda Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya Gubernur Sulsel memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya ekspose dan seminar nasional peternakan yang dikaitkan dengan isu lingkungan, topik yang diangkat sangat relevan dengan semangat menuju Go Green Indonesia. Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan berharap launching KP Gowa sebagai Breeding Center ternak sapi untuk Indonesia Wilayah Timur dapat segera dipercepat mengingat letak yang cukup strategis serta agrosistem Provinsi Sulsel sangat mendukung didalam penyediaan ternak khususnya sapi potong di Indonesia.
Sementara itu dalam salah satu sambutan Kepala BBP2TP Dr. Agung Hendriadi, M.Eng menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan semangat yang tertuang dalam tagline Badan Litbang Pertanian yakni Science . Innovation . Networks. kegiatan ekspose dan seminar nasional inovasi peternakan ramah lingkungan selain mengangkat isu global juga mensinergikan berbagai lembaga baik pemerintahan maupun non pemerintahan termasuk perguruan tinggi. Peserta yang hadir dalam ekspose kali ini diperkirakan 1.000 orang yang berasal dari lingkup Badan Litbang Pertanian, penyuluh dari lingkup Bakorluh, SKPD Provinsi, petani binaan lingkup SKPD Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku, Mahasiswa, STIP Gowa, tokoh masyarakat dan petani, Kelompok Wanita Tani KRPL, dan SKPD lingkup Pertanian Kabupaten/Kota. Adapun penyelenggaraan kegiatan Seminar Nasional kali ini mengangkat tema Akselerasi Inovasi Peternakan Ramah Lingkungan,
Kepala Badan Litbang Pertanian dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Kasdi Subagyono, mengemukakan tentang komitmen kuat Badan Litbang Pertanian dalam penciptaan inovasi berbasis lingkungan. Berbagai inovasi ramah lingkungan yang telah dihasilkan untuk dimplementasikan di lapangan, seperti konsep zero waste dalam pengembangan ternak yang dapat menghasilkan biogas, energi listrik, pupuk organik. Peranan BPTP sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian di daerah memegang posisi strategis untuk bersinergi dengan stake holder seperti Pemda, Swasta, Perguruan Tinggi untuk mereplikasi inovasi teknologi yang telah dihasilkan.
Ekspose inovasi teknologi peternakan menampilkan produk-produk teknologi seperti teknologi penampungan biogas, pakan murah dari limbah pertanian, pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC), pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), teknologi pembuatan pestisida nabati, dan pembuatan jamu ternak. Sementara untuk memudahkan petani dalam melihat inovasi suatu teknologi dilakukan peragaan teknologi meliputi: Pola pemeliharaan ternak sistem zero waste (ramah lingkungan), koleksi hijauan makanan ternak, koleksi kebun buah dan sayuran organik, teknologi penggunaan berbagai leguminosa lokal untuk ternak sapi, pembuatan biosuplemen tradisional untuk ternak sapi, teknologi budidaya sayuran, dan teknologi budidaya tanaman pangan (demplot tanaman jagung dan varietas padi lokal unggulan). Kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah Inovasi pupuk organik padat dan cair, pakan ternak dari limbah perkebunan kakao dan kelapa sawit, pembuatan pupuk granular mini, dekomposer pembenah tanah M-Dec, pakan UMB, jamu ternak, Probion, BioAvian, aneka vaksin ternak, dan lain sebagainya. Beberapa media yang disediakan agar pengunjung lebih mudah didalam memahami inovasi teknologi diantaranya melalui berbagai media seperti poster, banner, leaflet, brosur, juknis maupun media elektronik (VCD).(jaslit-bpt).

Sunday, May 25, 2014

ayam kampung organik

Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, setelah kita membahas ayam kampung super (kamper), kali ini kita coba mengintip … apa sih yang dimaksud dengan ayam Kampung Organik?



Ternyata ayam kampung organik tidak beda jauh dengan ayam kampung biasa. Yang membedakan adalah cara memeliharanya. Mulai dari telur menetas hingga proses pemasaran semua proses dan cara budidayanya adalah organik. Dikatakan organik karena semua proses budidaya ayam tidak menggunakan bahan kima atau obat-obatan yang berbahaya. Sehingga ayam organik sangat rendah lemak, maka cocok untuk anda yang ingin menikmati daging atau karkas ayam dan telur tanpa meninggalkan cara atau pola hidup yang sehat. Ayam kampung organik disebut juga pronic atau ayam kampung probiotik organik.

Keunggulan Ayam Pronic atau Ayam Kampung Organik
1. Serat karkas ayam kampung organik sangat halus sehingga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang beraneka ragam
2. Kadar protein sangat tinggi hingga 70% lebih tinggi dari ayam kampung biasa yang hanya sekitar 30%
3. Hasil karkas lebih gurih karena ayam mengkonsumsi bahan biotik dan bebas residu
4. Sangat cocok untuk orang yang menderita penyakit autis
5. Kadar lemak rendah hingga 9%
6. Dari hasil lab. bebas kandungan zat-zat berbahaya seperti : Salmonella thyposa, E-coli, pestisida, zat logam dan lain-lain.
7. Karkas dan telur aman dikonsumsi karena penggunaan herbal dan tanpa bahan kimia berbahaya

Ciri-ciri ayam kampung organik
1. Karkas lebih berwarna kemerah-merahan dan tidak putih
2. Serat lebih kencang dan tidak lembek
3. Lendir karkas hampir tidak ada
4. Pada bagian dada (bila dibuka) akan tampak lebih cerah dan tidak hambar saat dimasak

Sumber : http://www.ternakayamkampung.com/2012/07/ayam-kampung-organik.html
Dari sumber yang lain dikatakan bahwa, daging ayam kampung organik dihasilkan dari budidaya ayam kampung dengan metode pengembangbiakan dilepas bebas di alam.

Selain rasanya yang lebih gurih, daging ayam kampung organik lebih tinggi kadar proteinnya, namun rendah lemak. Daging ayam kampung organik bebas kandungan zat-zat berbahaya karena budidayanya yang menempatkan pengembangbiakannya di alam bebas sehingga ayam mengkonsumsi jenis pakan yang tersedia di alam. Lewat nutrisi alami yang terbentuk secara alami dari daging ayam tersebut, daging ayam organik diyakini sebagai pengobatan penyakit autis

Adapun ciri-ciri ayam organic adalah, 1. Warna daging memiliki warna putih keabuan dan cerah, warna kulit ayam putih kekuningan-kuningan dan bersih. 2. Tekstur daging terasa lembut, elastis dan tidak lengket jika disentuh 3. Aroma daging tidak menyengat, tidak berbau amis, dan tidak berbau busuk.

Daging ayam kampung organic yang disimpan dalam lemari es dengan suhu 2-4 derajat celcius mampu mempertahankan cita rasanya hingga 5 hari penyimpanan. Jika sebelumnya disimpan dalam lemari es, diamkan daging selama kurang lebih satu jam untuk mencairkan es yang menempel pada daging, kemudian cuci daging ayam dengan air sampai bersih, usahakan menggunakan air yang mengalir agar kotoran langsung terbuang. Daging ayam yang akan diolah menjadi masakan ayam jenis apapun harus dipastikan dimasak dalam keadaan matang sempurna, yaitu diatas suhu 80 derajat celcius, dimana virus flu burung telah mati dalam keadaan suhu tersebut sehingga aman untuk dikonsumsi. Jaga suhu api di 150-170 derajat celcius untuk menghasilkan kenikmatan daging ayam yang sempurna



Demikkian Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, sekedar untuk menambah pengetahuan kita semua, semoga bermanfaat.