|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 26 Juni 2013 14:22
|
|
Promosi berbagai inovasi peternakan ramah
lingkungan, serta dalam rangka merumuskan kebijakan strategis dan langkah
operasional dalam mendukung swasembada daging, telah dilakukan Badan Litbang
Pertanian dengan menyelenggarakan Ekspose dan Seminar Nasional Inovasi
Peternakan Ramah Lingkungan pada tanggal 19-20 Juni 2012 di Kebun Percobaan
(KP) Gowa Sulawesi Selatan. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi
Selatan yang diwakili oleh Kepala Balitbangda Sulawesi Selatan. Dalam
sambutannya Gubernur Sulsel memberikan apresiasi yang tinggi atas
terselenggaranya ekspose dan seminar nasional peternakan yang dikaitkan
dengan isu lingkungan, topik yang diangkat sangat relevan dengan semangat
menuju Go Green Indonesia. Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan berharap
launching KP Gowa sebagai Breeding Center ternak sapi untuk Indonesia Wilayah
Timur dapat segera dipercepat mengingat letak yang cukup strategis serta
agrosistem Provinsi Sulsel sangat mendukung didalam penyediaan ternak
khususnya sapi potong di Indonesia.
Sementara itu dalam salah satu sambutan
Kepala BBP2TP Dr. Agung Hendriadi, M.Eng menyampaikan bahwa kegiatan ini
diselenggarakan dengan semangat yang tertuang dalam tagline Badan Litbang
Pertanian yakni Science . Innovation . Networks. kegiatan ekspose dan seminar
nasional inovasi peternakan ramah lingkungan selain mengangkat isu global
juga mensinergikan berbagai lembaga baik pemerintahan maupun non pemerintahan
termasuk perguruan tinggi. Peserta yang hadir dalam ekspose kali ini
diperkirakan 1.000 orang yang berasal dari lingkup Badan Litbang Pertanian,
penyuluh dari lingkup Bakorluh, SKPD Provinsi, petani binaan lingkup SKPD
Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku, Mahasiswa, STIP
Gowa, tokoh masyarakat dan petani, Kelompok Wanita Tani KRPL, dan SKPD
lingkup Pertanian Kabupaten/Kota. Adapun penyelenggaraan kegiatan Seminar
Nasional kali ini mengangkat tema Akselerasi Inovasi Peternakan Ramah
Lingkungan,
Kepala Badan Litbang Pertanian dalam
sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr.
Kasdi Subagyono, mengemukakan tentang komitmen kuat Badan Litbang Pertanian
dalam penciptaan inovasi berbasis lingkungan. Berbagai inovasi ramah
lingkungan yang telah dihasilkan untuk dimplementasikan di lapangan, seperti
konsep zero waste dalam pengembangan ternak yang dapat menghasilkan biogas,
energi listrik, pupuk organik. Peranan BPTP sebagai ujung tombak Badan
Litbang Pertanian di daerah memegang posisi strategis untuk bersinergi dengan
stake holder seperti Pemda, Swasta, Perguruan Tinggi untuk mereplikasi
inovasi teknologi yang telah dihasilkan.
Ekspose inovasi teknologi peternakan
menampilkan produk-produk teknologi seperti teknologi penampungan biogas,
pakan murah dari limbah pertanian, pengolahan limbah kotoran ternak menjadi
pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC), pembuatan
mikroorganisme lokal (MOL), teknologi pembuatan pestisida nabati, dan
pembuatan jamu ternak. Sementara untuk memudahkan petani dalam melihat
inovasi suatu teknologi dilakukan peragaan teknologi meliputi: Pola
pemeliharaan ternak sistem zero waste (ramah lingkungan), koleksi hijauan
makanan ternak, koleksi kebun buah dan sayuran organik, teknologi penggunaan
berbagai leguminosa lokal untuk ternak sapi, pembuatan biosuplemen tradisional
untuk ternak sapi, teknologi budidaya sayuran, dan teknologi budidaya tanaman
pangan (demplot tanaman jagung dan varietas padi lokal unggulan). Kegiatan
lain yang tidak kalah menarik adalah Inovasi pupuk organik padat dan cair,
pakan ternak dari limbah perkebunan kakao dan kelapa sawit, pembuatan pupuk
granular mini, dekomposer pembenah tanah M-Dec, pakan UMB, jamu ternak,
Probion, BioAvian, aneka vaksin ternak, dan lain sebagainya. Beberapa media
yang disediakan agar pengunjung lebih mudah didalam memahami inovasi
teknologi diantaranya melalui berbagai media seperti poster, banner, leaflet,
brosur, juknis maupun media elektronik (VCD).(jaslit-bpt).
|
Berbagi pengalaman seputar hobbi dan bisnis ayam hias. Kami juga menyediakan berbagai macam ayam hias berdasar pesanan. Sampaikan pesanan anda melalui 0857 7544 9239 / 0821 2211 1676. Alamat : Jl. Pahlawan Gg. al Falah no.39 rt.02/16 - Bondongan, Kota Bogor. 15 menit dari Kebun Raya Bogor.
Tuesday, May 27, 2014
Peternakan Ramah Lingkungan Semangat Menuju Go Green Indonesia
Monday, May 26, 2014
Sunday, May 25, 2014
ayam kampung organik
Sahabat Saung Ayam
Hias Bogor, setelah kita membahas ayam kampung super (kamper), kali ini kita
coba mengintip … apa sih yang dimaksud dengan ayam Kampung Organik?
Ternyata ayam kampung
organik tidak beda jauh dengan ayam kampung biasa. Yang membedakan
adalah cara memeliharanya. Mulai dari telur menetas hingga proses pemasaran
semua proses dan cara budidayanya adalah organik. Dikatakan organik karena
semua proses budidaya ayam tidak menggunakan bahan kima atau obat-obatan yang
berbahaya. Sehingga ayam organik sangat rendah lemak, maka cocok untuk anda
yang ingin menikmati daging atau karkas ayam dan telur tanpa meninggalkan cara
atau pola hidup yang sehat. Ayam kampung organik disebut juga pronic atau ayam
kampung probiotik organik.
Keunggulan Ayam Pronic atau Ayam Kampung
Organik
1. Serat karkas ayam kampung organik sangat
halus sehingga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang beraneka ragam
2. Kadar protein sangat tinggi hingga 70%
lebih tinggi dari ayam kampung biasa yang hanya sekitar 30%
3. Hasil karkas lebih gurih karena ayam
mengkonsumsi bahan biotik dan bebas residu
4. Sangat cocok untuk orang yang menderita
penyakit autis
5. Kadar lemak rendah hingga 9%
6. Dari hasil lab. bebas kandungan zat-zat
berbahaya seperti : Salmonella thyposa, E-coli, pestisida, zat logam dan
lain-lain.
7. Karkas dan telur aman dikonsumsi karena
penggunaan herbal dan tanpa bahan kimia berbahaya
Ciri-ciri ayam kampung organik
1. Karkas lebih berwarna kemerah-merahan dan
tidak putih
2. Serat lebih kencang dan tidak lembek
3. Lendir karkas hampir tidak ada
4. Pada bagian dada (bila dibuka) akan tampak
lebih cerah dan tidak hambar saat dimasak
Dari sumber yang lain dikatakan bahwa, daging
ayam kampung organik dihasilkan dari budidaya ayam kampung dengan metode pengembangbiakan
dilepas bebas di alam.
Selain rasanya yang lebih gurih, daging ayam
kampung organik lebih tinggi kadar proteinnya, namun rendah lemak. Daging ayam
kampung organik bebas kandungan zat-zat berbahaya karena budidayanya yang
menempatkan pengembangbiakannya di alam bebas sehingga ayam mengkonsumsi jenis
pakan yang tersedia di alam. Lewat nutrisi alami yang terbentuk secara alami
dari daging ayam tersebut, daging ayam organik diyakini sebagai pengobatan
penyakit autis
Adapun ciri-ciri ayam organic adalah, 1. Warna daging
memiliki warna putih keabuan dan cerah, warna kulit ayam putih
kekuningan-kuningan dan bersih. 2. Tekstur daging terasa lembut, elastis dan
tidak lengket jika disentuh 3. Aroma daging tidak menyengat, tidak berbau amis,
dan tidak berbau busuk.
Daging ayam kampung organic yang
disimpan dalam lemari es dengan suhu 2-4 derajat celcius mampu mempertahankan
cita rasanya hingga 5 hari penyimpanan. Jika sebelumnya disimpan dalam lemari
es, diamkan daging selama kurang lebih satu jam untuk mencairkan es yang
menempel pada daging, kemudian cuci daging ayam dengan air sampai bersih,
usahakan menggunakan air yang mengalir agar kotoran langsung terbuang. Daging
ayam yang akan diolah menjadi masakan ayam jenis apapun harus dipastikan
dimasak dalam keadaan matang sempurna, yaitu diatas suhu 80 derajat celcius, dimana
virus flu burung telah mati dalam keadaan suhu tersebut sehingga aman untuk
dikonsumsi. Jaga suhu api di 150-170 derajat celcius untuk menghasilkan
kenikmatan daging ayam yang sempurna
Demikkian Sahabat Saung Ayam Hias Bogor, sekedar untuk menambah pengetahuan kita semua, semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)

