Saturday, April 16, 2016

selintas kilas budi daya kalkun

                                                    foto: FB Warri Edi jambul

Pemeliharaan DOT
Pada kalkun kecil yang baru menetas harus disediakan penghangat berupa lampu dan juga plastik penutup saat malam hari. Suhu kandang sekitar 30-38 derajat celcius. Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat. Bisa berupa konsentrat yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, anakan kalkun jangan diberi makanan lain sampai umur dua bulan.

Kandang
Umur 0 - 1.5 bulan, kandang bambu rapat dengan alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm cukup untuk dihuni sekitar 20-25 ekor.

Bagi anakan kalkun umur 1.5- 2,5 bulan sediakan kandang bambu lebih renggang tanpa alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm yang dapat diisi oleh 10-15 ekor kalkun.
Umur 2,5- 3.5 bulan dapat dipelihara di kandang kawat strimin dengan rangka kayu, panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm. Kandang ukuran ini dapat dihuni oleh 15-20 ekor.
Umur 3.5 bulan ke atas hingga dewasa atau siap dijadikan indukan sebaiknya mempergunakan kandang umbaran tanah yg berkarakter kering & tidak keras serta ditumbuhi rumput & tanaman perdu ukuran minimal 5×10 meter, dapat dihuni oleh 50-70 ekor kalkun.
Kandang umbaran tanah dibuat sebagian beratap dan di tempat beratap disediakan tempat bertengger yang cukup.
Diperlukan juga kandang karantina dengan ukuran kandang sekitar 80cm x 80cm x 80cm, disiapkan untuk : pejantan yang suka berbuat onar (tarung), sakit, atau cidera; indukan yang sakit. Satu kandang karantina diisi oleh seekor kalkun.
Pakan
Umur 1 - 7 hari berikanlah konsentrat yang dicampur dengan air secukupnya. Aduk konsentrat dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai merata, pemberian air ini hanya sedikit tidak sampai adonan menjadi lembek, jadikan adonan bila diperas dengan cara digenggam tidak mengeluarkan air tetapi adonan terasa basah.
Umur 1 - 2 minggu diberikan campuran konsentrat, bekatul, dan hijauan (daun/sayur). Perbandingan 50% konsentrat, 30% bekatul, dan 20% hijauan.
Cara membuatnya, dengan cara memotong-motong hijauan sampai berukuran kecil sesuai dengan ukuran paruh anak ayam kalkun ini. Kemudian campurkan semua bahan tersebut dengan menambahkan air secukupnya, tetapi tidak encer. Anakan kalkun pada umur ini sudah bisa diberikan full air minum yang ditaruh dalam wadah. Meskipun begitu, pastikan anakan kalkun ini jangan sampai masuk ke dalam air minum.
Umur 2 -  4 minggu, porsinya adalah 40% konsentrat , 30% bekatul, dan 30% hijauan. Pemberian air minum juga sangat dianjurkan, karena kebutuhan cairan pada tubuh anakan sudah mulai meningkat. Jangan lupa mengganti air minum bila sudah kotor, dan bersihkan juga wadah air minum.
Umur 1 - 2 bulan, porsi konsentrat dan bekatul sudah bisa dikurangi dan menambah porsi hijauan, menjadi: 25% konsentrat, 25% bekatul, dan 50% hijauan.
Umur 2 dan seterusnya, porsi konsentrat dan bekatul sudah banyak dikurangi, yaitu: konsentrat 10%, bekatul 20%, dan hijauan 70%.
Pengurangan porsi konsentrat dan bekatul bertujuan untuk memangkas biaya pakan, karena harga hijauan jauh lebih murah dibandingkan harga konsentrat dan bekatul dan kita bisa mendapatkan hijauan dengan mudah di pekarangan rumah yang kita tanam sendiri atau kita bisa membeli sisa-sisa sayuran di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah.
Hijauan yang bisa diberikan:
Eceng Gondok (orang jawa menyebutnya “bengok”), sawi, kangkung, daun pepaya, dll. untuk usia kurang dari 2 bulan jangan di beri daun pepaya karena bisa berakibat kelumpuhan pada ayam.
Campuran lain sebagai selingan bisa juga diberikan: Ikan, Tomat, Brokoli, Wortel, dll. Yang penting harganya masih terjangkau.


No comments:

Post a Comment