Saturday, April 16, 2016

PENYAKIT PADA KALKUN

Pencegahan
1.   Vaksinasi
Vaksin untuk kalkun sama dengan vaksin untuk unggas lain. Aturan dan dosisnya bisa melihat pada kemasan. Lebih baik lagi jika kita berkonsultasi dengan yang sudah berpengalaman. vaksin yang bisa digunakan adalah Vaksin ND Hitchner B1 dan vaksin ND LASOTA yang diberikan dengan cara Suntik/air minum untuk mencegah penyakit ND.

2.      Obat Cacing
Berikan juga obat cacing yang  di ulang 2-3 bulan sekali untuk mencegah cacingan. Selain vaksin, banyak juga peternak yang lebih suka mengobati kalkunnya dengan obat-obatan herbal, dan sebagian lagi malah dengan obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia.


Pengobatan.
Pilek/hidung berlendir.
Penyakit ini secara medis dinamakan Infectious Bronchitis (IB). Ciri-cirinya a.l. hidung berlendir, sayap menggantung dan nafasnya berbau. Lama kelamaan nafsu makannya turun, bahkan jika sudah parah, kalkun harus disuapi agar tetap bisa bertahan hidup. Untuk pencegahan, lokasi kandang harus kering, tidak lembab, dan di sekitar kandang tidak terdapat selokan yang mempunyai air kotor dan tergenang. Penularan penyakit terjadi lewat gigitan nyamuk, lalat dan kontaminasi air minum. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, kalkun sakit segera dipisahkan dan diberi obat seperti tetrachlor.

Cacar/bercak merah
Penyakit ini disebabkan oleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus. Kalkun yang terserang dipenuhi bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya. Pengobatan dan pencegahan dengan vaksin dilakukan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebagai obat tradisional, kita bisa membuat ramuan dari bensin yang dicampur oli (baru). Campuran ini kita kuaskan pelan-pelan ke permukaan tubuh yang terkena bercak-bercak cacar. Beberapa peternak mengatakan cara tradisional ini cukup ampuh.

Lumpuh.
Lumpuh pada kalkun biasanya disebabkan karena pakan berlebih yang mengakibatkan kalkun mengalami kegemukan (obesitas). Kalkun muda yang tulangnya belum kuat tidak akan mampu menahan berat tubuhnya. Untuk itu, pemberian makanan harus terkontrol dengan baik. Untuk pencegahan, kita bisa memberikan konsentrat AD1 (untuk kekuatan tulang) pada ransum makanan kalkun muda. Kelumpuhan pada kalkun muda juga bisa diakibatkan karena konsumsi daun pepaya. Kalkun yang terserang akan mengalami lumpuh total dan jari-jarinya bengkok kedalam. Sebagai pencegahan, kalkun usia dibawah tiga bulan sebaiknya tidak kita beri daun pepaya.

Kolera.
Gejala pada kalkun yang terserang yaitu pial yang terlihat membengkak. Jika kalkun terserang kolera, bisa diobati dengan antibiotik seperti tetrasiklin atau streptomycin.

Blackhead/Histomoniasis
Kalkun yang terserang menunjukkan gejala-gejala susah makan, berat badan turun dan kotorannya berwarna kuning. Penyebab penyakit ini adalah protozoa Histomonas meleagridis. Kalkun yang terserang sebaiknya dikarantina agar tidak menular ke kalkun lain. Sebagai tindakan pengobatan, gunakan Emtryl, yang mengandung dimetridazole.

Avian Infuenza/Flu burung
Guna mencegah penularan virus flu burung, diperlukan biosecurity. Langkah ini adalah langkah yang mudah dilakukan jika kita tahu caranya. Kasus-kasus penularan virus flu burung ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya pengetahuan peternak, kurang sosialisasi, dan ketidak disiplinan. Sebagai langkah awal, pastikan dulu bahwa kalkun yang anda beli sudah divaksin dan berasal dari peternakan yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi kesehatannya. Vaksin untuk H5N1 ini sebenarnya disediakan gratis oleh pemerintah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mem-vaksin ternak anda. Langkah selanjutnya, selalu menyemprot areal kandang dan lokasi-lokasi yang menjadi akses ke kandang. Penyemprotan dilakukan dengan desinfektan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Kemudian, setiap pintu masuk lokasi kandang harus kita beri larutan desinfektan dalam ember atau baskom. Manusia yang ingin memasuki kandang kita persilahkan untuk mencelupkan tangan dan kaki mereka dalam larutan tersebut.
Salah satu desinfektan yang cukup ampuh memberantas virus flu burung, dan beberapa penyakit lainnya, adalah Benzalkonium Chloride. Obat ini bisa dibeli di poultry shop dengan nama dagang yang bermacam-macam dan harganya terjangkau.
Herbal untuk kalkun.
Herbal sebagai tindakan pencegahan, dilakukan peternak saat musim pancaroba. Herbal ini dinilai lebih ampuh dan murah. Bahan-bahannya pun mudah diperoleh. Untuk membuat ramuan herbal ini kita siapkan saja jahe dan kencur sesuai kebutuhan. Kedua bahan ini kita cuci, kupas dan digiling halus atau diparut. Setelah campuran siap, suapkan ke kalkun muda (umur kira-kira 4 bulan) dengan dosis seperempat sendok teh. Sementara untuk kalkun kecil, ramuan tersebut kita campurkan ke dalam pakan. Saat musim penghujan, ramuan ini bisa menambah daya tahan dan mengusir berbagai penyakit.


Selain menggunakan herbal, peternak kalkun menggunakan juga obat untuk manusia seperti obat-obatan untuk flu dan masuk angin. Obat ini diberikan setengah dosis saja, Penggunaan obat manusia ini juga ada gunanya bagi kita. Jika kalkun suatu saat kita potong, maka dagingnya aman untuk dikonsumsi. Sedangkan kalkun yang mengkonsumsi obat-obatan khusus unggas, tidak boleh begitu saja dipotong dan dikonsumsi.

selintas kilas budi daya kalkun

                                                    foto: FB Warri Edi jambul

Pemeliharaan DOT
Pada kalkun kecil yang baru menetas harus disediakan penghangat berupa lampu dan juga plastik penutup saat malam hari. Suhu kandang sekitar 30-38 derajat celcius. Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat. Bisa berupa konsentrat yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, anakan kalkun jangan diberi makanan lain sampai umur dua bulan.

Kandang
Umur 0 - 1.5 bulan, kandang bambu rapat dengan alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm cukup untuk dihuni sekitar 20-25 ekor.

Bagi anakan kalkun umur 1.5- 2,5 bulan sediakan kandang bambu lebih renggang tanpa alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm yang dapat diisi oleh 10-15 ekor kalkun.
Umur 2,5- 3.5 bulan dapat dipelihara di kandang kawat strimin dengan rangka kayu, panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm. Kandang ukuran ini dapat dihuni oleh 15-20 ekor.
Umur 3.5 bulan ke atas hingga dewasa atau siap dijadikan indukan sebaiknya mempergunakan kandang umbaran tanah yg berkarakter kering & tidak keras serta ditumbuhi rumput & tanaman perdu ukuran minimal 5×10 meter, dapat dihuni oleh 50-70 ekor kalkun.
Kandang umbaran tanah dibuat sebagian beratap dan di tempat beratap disediakan tempat bertengger yang cukup.
Diperlukan juga kandang karantina dengan ukuran kandang sekitar 80cm x 80cm x 80cm, disiapkan untuk : pejantan yang suka berbuat onar (tarung), sakit, atau cidera; indukan yang sakit. Satu kandang karantina diisi oleh seekor kalkun.
Pakan
Umur 1 - 7 hari berikanlah konsentrat yang dicampur dengan air secukupnya. Aduk konsentrat dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai merata, pemberian air ini hanya sedikit tidak sampai adonan menjadi lembek, jadikan adonan bila diperas dengan cara digenggam tidak mengeluarkan air tetapi adonan terasa basah.
Umur 1 - 2 minggu diberikan campuran konsentrat, bekatul, dan hijauan (daun/sayur). Perbandingan 50% konsentrat, 30% bekatul, dan 20% hijauan.
Cara membuatnya, dengan cara memotong-motong hijauan sampai berukuran kecil sesuai dengan ukuran paruh anak ayam kalkun ini. Kemudian campurkan semua bahan tersebut dengan menambahkan air secukupnya, tetapi tidak encer. Anakan kalkun pada umur ini sudah bisa diberikan full air minum yang ditaruh dalam wadah. Meskipun begitu, pastikan anakan kalkun ini jangan sampai masuk ke dalam air minum.
Umur 2 -  4 minggu, porsinya adalah 40% konsentrat , 30% bekatul, dan 30% hijauan. Pemberian air minum juga sangat dianjurkan, karena kebutuhan cairan pada tubuh anakan sudah mulai meningkat. Jangan lupa mengganti air minum bila sudah kotor, dan bersihkan juga wadah air minum.
Umur 1 - 2 bulan, porsi konsentrat dan bekatul sudah bisa dikurangi dan menambah porsi hijauan, menjadi: 25% konsentrat, 25% bekatul, dan 50% hijauan.
Umur 2 dan seterusnya, porsi konsentrat dan bekatul sudah banyak dikurangi, yaitu: konsentrat 10%, bekatul 20%, dan hijauan 70%.
Pengurangan porsi konsentrat dan bekatul bertujuan untuk memangkas biaya pakan, karena harga hijauan jauh lebih murah dibandingkan harga konsentrat dan bekatul dan kita bisa mendapatkan hijauan dengan mudah di pekarangan rumah yang kita tanam sendiri atau kita bisa membeli sisa-sisa sayuran di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah.
Hijauan yang bisa diberikan:
Eceng Gondok (orang jawa menyebutnya “bengok”), sawi, kangkung, daun pepaya, dll. untuk usia kurang dari 2 bulan jangan di beri daun pepaya karena bisa berakibat kelumpuhan pada ayam.
Campuran lain sebagai selingan bisa juga diberikan: Ikan, Tomat, Brokoli, Wortel, dll. Yang penting harganya masih terjangkau.